March 18, 2015

Membuat Gambar 9.png


Pada kesempatan kali ini saya akan memposting tentang edit gambar 9.png, kenapa saya memposting? karena gambar 9.png ku anggap gambar unik yang bisa di melarkan dengan 9.png ini.

Awalnya saya tidak tertarik pada gambar 9.png ini karena saya beranggapan gambar lain pun bisa di pasangkan untuk pengganti gambar yang ada di folder dari File APK yang sudah di decompile. Ternyata pas saya Ganti pake Gambar biasa hasilnya di tidak sesuai dengan pikirannya saya terlalu melebar dan rusak gambarnya.

Sebagai Contoh saya ngedite chat_bubble_incoming yang ada di folder dari Aplikasi BBM.Apk. Semula saya edite pake gambar biasa, tapi hasilnya tidak sesuai dengan yang sudah saya terangkan di atas. Lalu pada Akhirnya saya ketemu Aplikasi membuatan 9.png yang pas di pasang pengganti gambar chat_bubble_incoming editan sendiri.

Berikut ini Sebagai Ulasan pengeditan gambar yang akan di jadikan gambar 9.png:

  • 1. Gambar yang di sediakan berformat png, anda bisa edite aplikasi Photo Editor atau Aplikasi Lain yang menghasilkan file png.

  • Click Unduh Photo Editor 1.5.6 Apk


  • 2. Aplikasi 9 Patch Editor_1.3.0.apk Untuk Menjadikan gambar 9.png ini.

  • Click Unduh 9 Patch Editor_1.3.0.apk


  • 3. Buka dan Install 9 Patch Editor.Apk dalam Hape Android anda. Lalu Click Gambar Folder Untuk ambil Gambar yang sudah di jadikan Gambar.png yang anda edite di Photo Editor atau Aplikasi Lainnya.



  • 4. Selanjutnya Click Padding Lalu Click Tanda Panah yang ada di atas Padding, kemudian akan Muncul Garis Warna-Warni.



  • 5. Garis Warna-Warni tersebut anda geser sedemikian rupa atau sekecil mungkin. Seperti Gambar di Bawah.



  • 6. Selanjutnya Click Stretch, Lalu Click Tanda Tambah yang ada diatas Padding, Setelahnya Muncul Add Horizontal dan Add Vertical, Click Keduanya, Lalu Muncul dua Garis Warna-warni.



  • 7. Kemudian Anda edite Garis Warna-Warni tersebut sedemikian rupa atau sekecil mungkin, Lihat Gambar di Bawah



  • 8. Setelah itu Anda Click Save, Lalu Save Compiled. jadinya Gambar 9.png yang siap di pasang dalam folder BBM apk yang sudah di Decompile. Dan inilah Hasilnya Setelah di Recompile menjadi file BBM.apk




  • Dengan Demikian Selesailah Postingan Saya tentang membuatan Gambar 9.png. Semoga Bermanfaat dan Mohon maaf jika Bahasa Kurang di Pahami.

    March 15, 2015

    BBM Mot Green Versi 2.7.0.23

    BlackBerry telah meluncurkan BBM terbarunya BBM for Android, Versi 2.7.023 Yang bisa anda Unduh di Play Store.

    Pembaharuan BBM ini tentu saja ada Fitur tambahan dari Versi sebelumnya. Silahkan Anda Check dan Unduh Di Play Store.

    Dan Kali ini saya Akan tampilkan Mod BBM Green Versi terbaru 2.7.0.23 yang tidak merubah fitur dari BBM yang ada di Play Store.

    Tampilan BBM Mod Green cukup Simpel dan tidak ada perubahan masih Aslinya dari Play Store cuma beda Warna Sedikit.


    Fitur

  • Sesuaikan Pin Anda*
  • Hapus Iklan*
  • Dukungan Android Wear
  • Bagikan Photo Langsung dalam Obrolan Grup
  • Gelembung Obrolan Baru Berbentuk kotak dengan D dan R membulat.
  • Meningkatkan Saluran.
  • Mengirim Banyak Photo ke Seorang Kontak.
  • Pratinjau Gambar lebih besar sehingga dapat di lihat jelas.
  • Pemutaran ulang catatan suara dalam Obrolan
  • Membutuhkan Langganan Bulan


  • Itulah Fitur terbaru BBM Mod Green Versi 2.7.0.23 yang tidak jauh beda dengan BBM yang ada di Play Store.



    Tampilan yang simpel Dan Rindang  seperti Dedaunan yang hilau yang Meneduhkan mata.

    Silahkan Unduh BBM Mod Green BBM Green V 2.7.0.23


    Dengan Demikian Ku Akhiri Postingan kali ini dan Mohon maaf jika Bahasanya kurang Mendetail.

    March 12, 2015

    Puisi Kita


    Jika Bila Nanti

    Jika aku jatuh nanti,,,
    bantulah aku untuk bangun, obati lukaku, dan hapus airmataku..

    Jika aku lemah,,,
    topang langkahku, dan tersenyumlah untukku..

    Jika aku buta,,,
    bimbing langkahku, terangi mimpiku, dan ajaklah aku berkreasi..

    Jika aku bersedih,,
    tunjukkan kebahagiaan padaku, ajarkan aku tersenyum, dan perlihatkan ceriamu padaku..

    Tapi jika aku mati,,,
    janganlah menangis, janganlah kecewa, janganlah terluka..

    karena jika kau menangis, aku takkan mampu terbangun lagi untuk menghapus perihmu..

    Tapi aku berjanji,akan tetap hidup dalam hatimu, sampai... kau sendiri yg akan menghapus namaku dari hatimu...

    Kekasihku

    Kekasihku..
    aku ingat saat dirimu menatap mataku dengan lembut dan berkata bahwa cintamu merupakan mahakarya indah penuh makna yang tak bisa diungkapkan dengan kata-kata, hanya bisa dirasakan dengan hati yang terdalam..

    Kekasihku…
    ternyata dirimulah yang bisa membuatku kembali membuka hati, yang tertutup rapat oleh serpihan luka yang lama terpendam, membuatku dapat melupakan semua keraguan jiwa dan lebih merasakan hangatnya cinta..

    Kekasihku…
    kau mampu memberiku warna yang berbeda di setiap sisi lemahku … membuatku tertawa, tersenyum, dan lebih semangat menjalani hari-hariku bersamamu.. kau juga memberiku rasa tenang, damai, dan juga cinta disampingmu dengan segala kekuranganku.. kau adalah nafasku … kau juga inspirasi di setiap langkah-langkahku …

    Kekasihku…
    kau sungguh membuatku bersyukur karena memilikimu, memberi sejuta rasa untuk menghargai cinta dan indahnya kehidupan …

    Tangisku

    Segunduk tanah merah didepannya bertuliskan namamu ibu.

    Sedu sedan tangisku yg memilukan menetes jatuh ditempat pembaringan trakhirmu ibu.

    Ya Allah, itulah Kekuasaa-MU.
    Hidup dan Mati manusia hanya Engkaulah yg brkuasa, tidak dapat dipinta dan dicegah.

    Ya Allah berilah beliau Rahmat dan Keselamatan disisi-Mu sebanyak bijian dan sebanyak air hujan yg turun.

    Segala Puji Bagi Allah dari Semula hingga Penghabisan.

    Ambil Waktu


    Ambillah waktu untuk BERPIKIR, karena itulah SUMBER KEKUATAN.

    Ambillah waktu untuk MEMBACA, karena itulah DASAR KEBIJAKSANAAN.

    Ambillah waktu untuk BERMAIN, karena itulah RAHASIA UNTUK TETAP MUDA.

    Ambillah waktu untuk BERDIAM DIRI, karena itulah KESEMPATAN MENCARI TUHAN.

    Ambillah waktu untuk BERDERMA, karena itulah KESEMPATAN MENOLONG ORANG LAIN.

    Ambillah waktu untuk TERTAWA, karena itulah MUSIK BAGI JIWA.

    Ambillah waktu untuk BERSAHABAT, karena itulah JALAN KEBAHAGIAAN.

    Ambillah waktu untuk MENGASIHI & DIKASIHI, karena itulah ANUGERAH ALLAH YG TERBESAR.

    Ambillah waktu untuk BERDOA, karena itulah KEKUATAN TERBESAR DI BUMI INI.

    Menghilangkan Iklan Pada Android


    Semakin populernya penggunaan Smartphone berbasis Android dikalangan masyarakat luas, sehingga semakin banyak pula para developer Android membuat keuntungan dengan membuat iklan yang terkadang sangat mengganggu para pengguna smartphone Android.

    Namun iklan baru akan muncul pada perangkat ketika terkoneksi dengan jaringan internet, ini tentunya akan menggangu kenyamanan saat menggunakan perangkat tersebut.

    Namun, para pengguna jangan khawatir, pasalnya masih banyak jalan menuju Roma, artinya masih banyak cara untuk menghilangkan iklan di Andorid. 

    Cara menghilangkan iklan tersebut tentunya dengan bantuan sebuah aplikasi yakni Adfree. Untuk menghilangkan iklan di Android dengan Adfree ini bisa simak ulasan berikut :




  • 1. Instal aplikasi Adfree tentunya pengguna bisa men-downloan-nya di Google Play Store.
  • 2. Setelah selesai di install buka dan jalankan aplikasi tersebut
  • 3. Masuk ke aplikasi dan "Update Found" Clik Ok.







  • 4.Lalu Muncun Woald you Like To... Clik Skip







  • 5.Lalu Muncul Di Bawah ini Conteng Semuanya Clik Download & Install Host







  • 6. Terus Muncul Sukses Clik Oke



  • Kini perangkat Android akan bersih dari iklan Karena telah diblokir oleh aplikasi Adfree ini, Tentu cara menghilangkan iklan di Andoid sangan mudah, bukan? Sekarang ketika pengguna membuka aplikasi maupun game ketika terhubung dengan internet, sudah tidak akan muncul lagi layanan iklan yang mengganggu. Sehingga kenyamanan dalam menggunakan perangkat Android bisa dirasakan oleh para pengguna dan terhindar dari benalu yang mengganggu.

    Click Download Aplikasi Adfree

    Membuat Kalkulator Html



    Sudah Lama saya tidak membuat Tutorial dengan berbagai Trik, baik dalam Blog, Website, maupun dalam Update Facebook kebanggaan waktu dulu. hehe...

    Okelah langsung saja aku uraikan bagaimana cara membuat Kalkulator walau sebenernya aku bingung harus memulai dari mana dulu... Asale Wis suwi rak nulis hahaha...

    Dalam hal ini yang kita perlukan yang pertama adalah Waktu luang, jika anda sibuk mana mungkin sempet buat macam kayak gituan segala hihihi... Kedua karena Hobby otak-atik Script pasti punya waktu untuk di luangkan. dan yang Ketiga silahkan isi sendiri hahaha...

    Script Kalkulator ini bisa di pasang di XTGEM.COM Demo Click DI SINI

    Dan ini dia Script yang bisa anda Download dengan file zip Kalkulator.zip .

    Lalu Anda Extract dan menjadi beberapa File Diantaranya:

  • file index.html
  • file jquery-2.0.3.min.js
  • file scripts.js
  • file prefixfree-1.0.7.js
  • file settings.js
  • file style.css
  • file math.js
  • file jquery-2.0.3.min.js
  • folder uploaded_data
  • folder image
  • dan folder aden


  • Banyak kan?? Makanya aku bingung mo Memulainya dari mana, langsung saja aku jadikan file zip biar anda langsung download, dan mohon maaf tidak menjelaskan satu persatu dari file-file tersebut.

    Intinya Setelah anda Download Lalu di Extract kemudian kamu upload Satu persatu file-file tersebut dalam website Anda.

    Demikianlah yang bisa saya Uraikan, Mohon Maaf jika kurang Pemahaman. Thanks...
    Sekian.... Salamku Untuk km...

    Mod BBM Aplikasi Android


    Sudah Lama saya tidak Posting Di Blog ini di karenakan kegiatan terlalu padat, hehe.. Sok sibuk ya.... Hahaha... Tapi itulah aku, lhoh... Kok Curhatt....

    Okelah... Kali ini saya akan Memposting BBM Black Berry Mesenger Mod Tampilan Gelap Simpel dan Pas untuk anda.

    Aplikasi BBM Blank Android Dengan Tampilan yang Gelap Hitam yang aku suka akan kenyamanan pandangan pencahayaan yang mengurangi silau mataku.

    Ini Dia BBM Blank yang Tampilan atau Background gelap yang semuanya serba hitam, cukup Simpel dan masih kelihatan Asli BBM for Android yang ada di Play Store, cuma beda Warna dan Background.

     Dan dengan text Update Putih yang tampil Di Background gelap memperjelas keindahan tampilan BBM Blank.



    Fitur For BBM Blank
  • Tampilan yang sedang didengar.
  • Tampilan yang Didengar Orang.
  • Refresh.
  • Change Password.
  • Changelog i-BBM.
  • Dan Masih Banyak Lagi.




  • Apakah Anda tertarik DenganBBM Blank yang Aku Suka ? Tampilan Simpel dan Versi Baru 2.6.0.30 BBM Blank.

    Silahkan Anda Donwload BBM Blank  clik BBM Blank Vesi 2.6.0.30

    Demikianlah Update Saya Tentang BBM Blank, Mohon Maaf jika Bahasanya Kurang di Pahami. Thanks....

    October 20, 2013

    Kisah Sedih Laila dan Majnun


    Alkisah, seorang kepala suku Bani Umar di Jazirah Arab memiIiki segala macam yang diinginkan orang, kecuali satu hal bahwa ia tak punya seorang anakpun. Tabib- tabib di desa itu menganjurkan berbagai macam ramuan dan obat, tetapi tidak berhasil. Ketika semua usaha tampak tak berhasil, istrinya menyarankan agar mereka berdua bersujud di hadapan Tuhan dan dengan tulus memohon kepada Allah swt memberikan anugerah kepada mereka berdua. “Mengapa tidak?” jawab sang kepala suku. “Kita telah mencoba berbagai macam cara. Mari, kita coba sekali lagi, tak ada ruginya.” Mereka pun bersujud kepada Tuhan, sambil berurai air mata dari relung hati mereka yang terluka. “Wahai Segala Kekasih, jangan biarkan pohon kami tak berbuah. Izinkan kami merasakan manisnya menimang anak dalam pelukan kami. Anugerahkan kepada kami tanggung jawab untuk membesarkan seorang manusia yang baik. Berikan kesempatan kepada kami untuk membuat-Mu bangga akan anak kami. ”

    Tak lama kemudian, doa mereka dikabulkan, dan Tuhan menganugerahi mereka seorang anak laki-laki yang diberi nama Qais. Sang ayah sangat berbahagia, sebab Qais dicintai oleh semua orang. Ia tampan, bermata besar, dan berambut hitam, yang menjadi pusat perhatian dan kekaguman.

    Sejak awal, Qais telahmemperlihatkan kecerdasan dan kemampuan fisik istimewa. Ia punya bakat luar biasa dalam mempelajari seni berperang dan memainkan musik, menggubah syair dan melukis.

    Ketika sudah cukup umur untuk masuk sekolah, ayahnya memutuskan membangun sebuah sekolah yang indah dengan guru- guru terbaik di Arab yang mengajar di sana , dan hanya beberapa anak saja yang belajar di situ. Anak-anak lelaki dan perempuan dan keluarga terpandang di seluruh jazirah Arab belajar di sekolah baru ini.

    Di antara mereka ada seorang anak perempuan dari kepala suku tetangga. Seorang gadis bermata indah, yang memiliki kecantikan luar biasa. Rambut dan matanya sehitam malam; karena alasan inilah mereka menyebutnya Laila-”Sang Malam”.

    Meski ia baru berusia dua belas tahun, sudah banyak pria melamarnya untuk dinikahi, sebab- sebagaimana lazimnya kebiasaan di zaman itu, gadis-gadis sering dilamar pada usia yang masih sangat muda, yakni sembilan tahun.

    Laila dan Qais adalah teman sekelas. Sejak hari pertama masuk sekolah, mereka sudah saling tertarik satu sama lain. Seiring dengan berlalunya waktu, percikan ketertarikan ini makin lama menjadi api cinta yang membara. Bagi mereka berdua, sekolah bukan lagi tempat belajar. Kini, sekolah menjadi tempat mereka saling bertemu. Ketika guru sedang mengajar, mereka saling berpandangan. Ketika tiba waktunya menulis pelajaran, mereka justru saling menulis namanya di atas kertas. Bagi mereka berdua, tak ada teman atau kesenangan lainnya. Dunia kini hanyalah milik Qais dan Laila.

    Mereka buta dan tuli pada yang lainnya. Sedikit demi sedikit, orang- orang mulai mengetahui cinta mereka, dan gunjingan-gunjingan pun mulai terdengar. Di zaman itu, tidaklah pantas seorang gadis dikenal sebagai sasaran cinta seseorang dan sudah pasti mereka tidak akan menanggapinya.

    Ketika orang-tua Laila mendengar bisik- bisik tentang anak gadis mereka, mereka pun melarangnya pergi ke sekolah. Mereka tak sanggup lagi menahan beban malu pada masyarakat sekitar. Ketika Laila tidak ada di ruang kelas, Qais menjadi sangat gelisah sehingga ia meninggalkan sekolah dan menyelusuri jalan-jalan untuk mencari kekasihnya dengan memanggil-manggil namanya. Ia menggubah syair untuknya dan membacakannya di jalan-jalan. Ia hanya berbicara tentang Laila dan tidak juga menjawab pertanyaan orang-orang kecuali bila mereka bertanya tentang Laila. Orang-orang pun tertawa dan berkata, ” Lihatlah Qais , ia sekarang telah menjadi seorang majnun, gila !” Akhirnya, Qais dikenal dengan nama ini, yakni “Majnun”.

    Melihat orang- orang dan mendengarkan mereka berbicara membuat Majnun tidak tahan. Ia hanya ingin melihat dan berjumpa dengan Laila kekasihnya. Ia tahu bahwa Laila telah dipingit oleh orang tuanya di rumah, yang dengan bijaksana menyadari bahwa jika Laila dibiarkan bebas bepergian, ia pasti akan menjumpai Majnun. Majnun menemukan sebuah tempat di puncak bukit dekat desa Laila dan membangun sebuah gubuk untuk dirinya yang menghadap rumah Laila. Sepanjang hari Majnun duduk- duduk di depan gubuknya, disamping sungai kecil berkelok yang mengalir ke bawah menuju desa itu. Ia berbicara kepada air, menghanyutkan dedaunan bunga liar, dan Majnun merasa yakin bahwa sungai itu akan menyampaikan pesan cintanya kepada Laila. Ia menyapa burung- burung dan meminta mereka untuk terbang kepada Laila serta memberitahunya bahwa ia dekat. Ia menghirup angin dari barat yang melewati desa Laila. Jika kebetulan ada seekor anjing tersesat yang berasal dari desa Laila, ia pun memberinya makan dan merawatnya, mencintainya seolah- olah anjing suci, menghormatinya dan menjaganya sampai tiba saatnya anjing itu pergi jika memang mau demikian. Segala sesuatu yang berasal dari tempat kekasihnya dikasihi dan disayangi sama seperti kekasihnya sendiri.

    Bulan demi bulan berlalu dan Majnun tidak menemukan jejak Laila. Kerinduannya kepada Laila demikian besar sehingga ia merasa tidak bisa hidup sehari pun tanpa melihatnya kembali. Terkadang sahabat-sahabatnya di sekolah dulu datang mengunjunginya, tetapi ia berbicara kepada mereka hanya tentang Laila, tentang betapa ia sangat kehilangan dirinya.

    Suatu hari, tiga anak laki-laki, sahabatnya yang datang mengunjunginya demikian terharu oleh penderitaan dan kepedihan Majnun sehingga mereka bertekad embantunya untuk berjumpa kembali dengan Laila. Rencana mereka sangat cerdik. Esoknya, mereka dan Majnun mendekati rumah Laila dengan menyamar sebagai wanita. Dengan mudah mereka melewati wanita-wanita pembantu dirumah Laila dan berhasil masuk ke pintu kamarnya. Majnun masuk ke kamar, sementara yang lain berada di luar berjaga- jaga.

    Sejak ia berhenti masuk sekolah, Laila tidak melakukan apapun kecuali memikirkan Qais. Yang cukup mengherankan, setiap kali ia mendengar burung-burung berkicau dari jendela atau angin berhembus semilir, ia memejamkan.matanya sembari membayangkan bahwa ia mendengar suara Qais didalamnya. Ia akan mengambil dedaunan dan bunga yang dibawa oleh angin atau sungai dan tahu bahwa semuanya itu berasal dari Qais. Hanya saja, ia tak pernah berbicara kepada siapa pun, bahkan juga kepada sahabat- sahabat terbaiknya, tentang cintanya.

    Pada hari ketika Majnun masuk ke kamar Laila, ia merasakan kehadiran dan kedatangannya. Ia mengenakan pakaian sutra yang sangat bagus dan indah. Rambutnya dibiarkan lepas tergerai dan disisir dengan rapi di sekitar bahunya. Matanya diberi celak hitam, sebagaimana kebiasaan wanita Arab, dengan bedak hitam yang disebut surmeh. Bibirnya diberi lipstick merah, dan pipinya yang kemerah-merahan tampak menyala serta menampakkan kegembiraannya. Ia duduk di depan pintu dan menunggu.

    Ketika Majnun masuk, Laila tetap duduk. Sekalipun sudah diberitahu bahwa Majnun akan datang, ia tidak percaya bahwa pertemuan itu benar-benar terjadi. Majnun berdiri di pintu selama beberapa menit, memandangi, sepuas-puasnya wajah Laila.

    Akhirnya, mereka bersama lagi! Tak terdengar sepatah kata pun, kecuali detak jantung kedua orang yang dimabuk cinta ini. Mereka saling berpandangan dan lupa waktu. Salah seorang wanita pembantu di rumah itu melihat sahabat-sahabat Majnun di luar kamar tuan putrinya. Ia mulai curiga dan memberi isyarat kepada salah seorang pengawal. Namun, ketika ibu Laila datang menyelidiki, Majnun dan kawan- kawannya sudah jauh pergi.

    Sesudah orang-tuanya bertanya kepada Laila, maka tidak sulit bagi mereka mengetahui apa yang telah terjadi. Kebisuan dan kebahagiaan yang terpancar dimatanya menceritakan segala sesuatunya.

    Sesudah terjadi peristiwa itu, ayah Laila menempatkan para pengawal di setiap pintu di rumahnya. Tidak ada jalan lain bagi Majnun untuk menghampiri rumah Laila, bahkan dari kejauhan sekalipun. Akan tetapi jika ayahnya berpikiran bahwa, dengan bertindak hati-hati ini ia bisa mengubah perasaan Laila dan Majnun, satu sama lain, sungguh ia salah besar.

    Ketika ayah Majnun tahu tentang peristiwa di rumah Laila, ia memutuskan untuk mengakhiri drama itu dengan melamar Laila untuk anaknya. Ia menyiapkan sebuah kafilah penuh dengan hadiah dan mengirimkannya ke desa Laila.

    Sang tamu pun disambut dengan sangat baik, dan kedua kepala suku itu berbincang-bincang tentang kebahagiaan anak-anak mereka. Ayah Majnun lebih dulu berkata, “Engkau tahu benar, kawan, bahwa ada dua hal yang sangat penting bagi kebahagiaan, yaitu “Cinta dan Kekayaan”. Anak lelakiku mencintai anak perempuanmu, dan aku bisa memastikan bahwa aku sanggup memberi mereka cukup banyak uang untuk mengarungi kehidupan yang bahagia dan menyenangkan.

    Mendengar hal itu, ayah Laila pun menjawab, “Bukannya aku menolak Qais. Aku percaya kepadamu, sebab engkau pastilah seorang mulia dan terhormat, ” jawab ayah Laila. “Akan tetapi, engkau tidak bisa menyalahkanku kalau aku berhati- hati dengan anakmu. Semua orang tahu perilaku abnormalnya. Ia berpakaian seperti seorang pengemis. Ia pasti sudah lama tidak mandi dan iapun hidup bersama hewan-hewan dan menjauhi orang banyak. “Tolong katakan kawan, jika engkau punya anak perempuan dan engkau berada dalam posisiku, akankah engkau memberikan anak perempuanmu kepada anakku ?”

    Ayah Qais tak dapat membantah. Apa yang bisa dikatakannya? Padahal, dulu anaknya adalah teladan utama bagi kawan-kawan sebayanya? Dahulu Qais adalah anak yang paling cerdas dan berbakat di seantero Arab? Tentu saja, tidak ada yang dapat dikatakannya. Bahkan, sang ayahnya sendiri susah untuk mempercayainya. Sudah lama orang tidak mendengar ucapan bermakna dari Majnun. “Aku tidak akan diam berpangku tangan dan melihat anakku menghancurkan dirinya sendiri, ” pikirnya. “Aku harus melakukan sesuatu.”

    Ketika ayah Majnun kembali pulang, ia menjemput anaknya, Ia mengadakan pesta makan malam untuk menghormati anaknya. Dalam jamuan pesta makan malam itu, gadis-gadis tercantik di seluruh negeri pun diundang. Mereka pasti bisa mengalihkan perhatian Majnun dari Laila, pikir ayahnya.

    Di pesta itu, Majnun diam dan tidak mempedulikan tamu-tamu lainnya. Ia duduk di sebuah sudut ruangan sambil melihat gadis-gadis itu hanya untuk mencari pada diri mereka berbagai kesamaan dengan yang dimiliki Laila. Seorang gadis mengenakan pakaian yang sama dengan milik Laila; yang lainnya punya rambut panjang seperti Laila, dan yang lainnya lagi punya senyum mirip Laila. Namun, tak ada seorang gadis pun yang benar-benar mirip dengannya, malahan, tak ada seorang pun yang memiliki separuh kecantikan Laila.

    Pesta itu hanya menambah kepedihan perasaan Majnun saja kepada kekasihnya. Ia pun berang dan marah serta menyalahkan setiap orang di pesta itu lantaran berusaha mengelabuinya. Dengan berurai air mata, Majnun menuduh orang-tuanya dan sahabat-sahabatnya sebagai berlaku kasar dan kejam kepadanya. Ia menangis sedemikian hebat hingga akhirnya jatuh ke lantai dalam keadaan pingsan.

    Sesudah terjadi petaka ini, ayahnya memutuskan agar Qais dikirim untuk menunaikan ibadah haji ke Mekah dengan harapan bahwa Allah akan merahmatinya dan membebaskannya dari cinta yang menghancurkan ini. Di Makkah, untuk menyenangkan ayahnya, Majnun bersujud di depan altar Kabah, tetapi apa yang ia mohonkan? “Wahai Yang Maha Pengasih, Raja Diraja Para Pecinta, Engkau yang menganugerahkan cinta, aku hanya mohon kepada-Mu satu hal saja, ”Tinggikanlah cintaku sedemikian rupa sehingga, sekalipun aku binasa, cintaku dan kekasihku tetap hidup. ”

    Ayahnya kemudian tahu bahwa tak ada lagi yang bisa ia lakukan untuk anaknya. Usai menunaikan ibadah haji, Majnun yang tidak mau lagi bergaul dengan orang banyak di desanya, pergi ke pegunungan tanpa memberitahu di mana ia berada. Ia tidak kembali ke gubuknya. Alih-alih tinggal dirumah, ia memilih tinggal direruntuhan sebuah bangunan tua yang terasing dari masyarakat dan tinggal didalamnya.

    Sesudah itu, tak ada seorang pun yang mendengar kabar tentang Majnun. Orang- tuanya mengirim segenap sahabat dan keluarganya untuk mencarinya. Namun, tak seorang pun berhasil menemukannya. Banyak orang berkesimpulan bahwa Majnun dibunuh oleh binatang-binatang gurun sahara. Ia bagai hilang ditelan bumi.

    Suatu hari, seorang musafir melewati reruntuhan bangunan itu dan melihat ada sesosok aneh yang duduk di salah sebuah tembok yang hancur. Seorang liar denganrambut panjang hingga ke bahu, jenggotnya panjang dan acak- acakan, bajunya compang-camping dan kumal.

    Ketika sang musafir mengucapkan salam dan tidak beroleh jawaban, ia mendekatinya. Ia melihat ada seekor serigala tidur di kakinya. “Hus” katanya, ‘Jangan bangunkan sahabatku.” Kemudian, ia mengedarkan pandangan ke arah kejauhan. Sang musafir pun duduk di situ dengan tenang. Ia menunggu dan ingin tahu apa yang akan terjadi.

    Akhimya, orang liar itu berbicara. Segera saja ia pun tahu bahwa ini adalah Majnun yang terkenal itu, yang berbagai macam perilaku anehnya dibicarakan orang di seluruh jazirah Arab. Tampaknya, Majnun tidak kesulitan menyesuaikan diri dengan kehidupan dengan binatang- binatang buas dan liar. Dalam kenyataannya, ia sudah menyesuaikan diri dengan sangat baik sehingga lumrah-lumrah saja melihat dirinya sebagai bagian dari kehidupan liar dan buas itu. Berbagai macam binatang tertarik kepadanya, karena secara naluri mengetahui bahwa Majnun tidak akan mencelakakan mereka. Bahkan, binatang-binatang buas seperti serigala sekalipun percaya pada kebaikan dan kasih sayang Majnun.

    Sang musafir itu mendengarkan Majnun melantunkan berbagai kidung pujiannya pada Laila. Mereka berbagi sepotong roti yang diberikan olehnya. Kemudian, sang musafir itu pergi dan melanjutkan petjalanannya.

    Ketika tiba di desa Majnun, ia menuturkan kisahnya pada orang- orang. Akhimya, sang kepala suku, ayah Majnun, mendengar berita itu. Ia mengundang sang musafir ke rumahnya dan meminta keteransran rinci darinya.

    Merasa sangat gembira dan bahagia bahwa Majnun masih hidup, ayahnya pergi ke gurun sahara untuk menjemputnya.

    Ketika melihat reruntuhan bangunan yang dilukiskan oleh sang musafir itu, ayah Majnun dicekam oleh emosi dan kesedihan yang luar biasa. Betapa tidak! Anaknya terjerembab dalam keadaan mengenaskan seperti ini. “Ya Tuhanku, aku mohon agar Engkau menyelamatkan anakku dan mengembalikannya ke keluarga kami, ” jerit sang ayah menyayat hati.

    Majnun mendengar doa ayahnya dan segera keluar dari tempat persembunyiannya. Dengan bersimpuh dibawah kaki ayahnya, ia pun menangis, “Wahai ayah, ampunilah aku atas segala kepedihan yang kutimbulkan pada dirimu. Tolong lupakan bahwa engkau pernah mempunyai seorang anak, sebab ini akan meringankan beban kesedihan ayah. Ini sudah nasibku mencinta, dan hidup hanya untuk mencinta. ” Ayah dan anak pun saling berpelukan dan menangis. Inilah pertemuan terakhir mereka.

    Keluarga Laila menyalahkan ayah Laila lantaran salah dan gagal menangani situasi putrinya. Mereka yakin bahwa peristiwa itu telah mempermalukan seluruh keluarga. Karenanya, orangtua Laila memingitnya dalam kamamya.

    Beberapa sahabat Laila diizinkan untuk mengunjunginya, tetapi ia tidak ingin ditemani. Ia berpaling kedalam hatinya, memelihara api cinta yang membakar dalam kalbunya. Untuk mengungkapkan segenap perasaannya yang terdalam, ia menulis dan menggubah syair kepada kekasihnya pada potongan- potongan kertas kecil.

    Kemudian, ketika ia diperbolehkan menyendiri di taman, ia pun menerbangkan potongan-potongan kertas kecil ini dalam hembusan angin. Orang-orang yang menemukan syair-syair dalam potongan- potongan kertas kecil itu membawanya kepada Majnun.

    Dengan cara demikian, dua kekasih itu masih bisa menjalin hubungan. Karena Majnun sangat terkenal di seluruh negeri, banyak orang datang mengunjunginya.

    Namun, mereka hanya berkunjung sebentar saja, karena mereka tahu bahwa Majnun tidak kuat lama dikunjungi banyak orang. Mereka mendengarkannya melantunkan syair-syair indah dan memainkan serulingnya dengan sangat memukau. Sebagian orang merasa iba kepadanya; sebagian lagi hanya sekadar ingin tahu tentang kisahnya. Akan tetapi, setiap orang mampu merasakan kedalaman cinta dan kasih sayangnya kepada semua makhluk.

    Salah seorang dari pengunjung itu adalah seorang ksatria gagah berani bernama ‘ Amar, yang berjumpa dengan Majnun dalam perjalanannya menuju Mekah.

    Meskipun ia sudah mendengar kisah cinta yang sangat terkenal itu di kotanya, ia ingin sekali mendengarnya dari mulut Majnun sendiri. Drama kisah tragis itu membuatnya sedemikian pilu dan sedih sehingga ia bersumpah dan bertekad melakukan apa saja yang mungkin untuk mempersatukan dua kekasih itu, meskipun ini berarti menghancurkan orang-orang yang menghalanginya!

    Ketika Amr kembali ke kota kelahirannya, Ia pun menghimpun pasukannya. Pasukan ini berangkat menuju desa Laila dan menggempur suku di sana tanpa ampun. Banyak orang yang terbunuh atau terluka.

    Ketika pasukan ‘Amr hampir memenangkan pertempuran, ayah Laila mengirimkan pesan kepada ‘ Amr, “Jika engkau atau salah seorang dari prajuritmu menginginkan putriku, aku akan menyerahkannya tanpa melawan. Bahkan, jika engkau ingin membunuhnya, aku tidak keberatan. Namun, ada satu hal yang tidak akan pernah bisa kuterima, jangan minta aku untuk memberikan putriku pada orang gila itu ”.

    Majnun mendengar pertempuran itu hingga ia bergegas kesana. Di medan pertempuran, Majnun pergi ke sana kemari dengan bebas di antara para prajurit dan menghampiri orang-orang yang terluka dari suku Laila. Ia merawat mereka dengan penuh perhatian dan melakukan apa saja untuk meringankan luka mereka.

    Amr pun merasa heran kepada Majnun, ketika ia meminta penjelasan ihwal mengapa ia membantu pasukan musuh, Majnun menjawab, “Orang-orang ini berasal dari desa kekasihku. Bagaimana mungkin aku bisa menjadi musuh mereka ?”

    Karena sedemikian bersimpati kepada Majnun, ‘Amr sama sekali tidak bisa memahami hal ini. Apa yang dikatakan ayah Laila tentang orang gila ini akhirnya membuatnya sadar.

    Ia pun memerintahkan pasukannya untuk mundur dan segera meninggalkan desa itu tanpa mengucapkan sepatah kata pun kepada Majnun.

    Laila semakin merana dalam penjara kamarnya sendiri. Satu-satunya yang bisa ia nikmati adalah berjalan- jalan di taman bunganya.

    Suatu hari, dalam perjalanannya menuju taman, Ibn Salam, seorang bangsawan kaya dan berkuasa, melihat Laila dan serta-merta jatuh cinta kepadanya.

    Tanpa menunda- nunda lagi, ia segera mencari ayah Laila. Merasa lelah dan sedih hati karena pertempuran yang baru saja menimbulkan banyak orang terluka di pihaknya, ayah Laila pun menyetujui perkawinan itu. Tentu saja, Laila menolak keras. Ia mengatakan kepada ayahnya, “Aku lebih senang mati ketimbang kawin dengan orang itu. ”

    Akan tetapi, tangisan dan permohonannya tidak digubris. Lantas ia mendatangi ibunya, tetapi sama saja keadaannya. Perkawinan pun berlangsung dalam waktu singkat.

    Orangtua Laila merasa lega bahwa seluruh cobaan berat akhirnya berakhir juga. Akan tetapi, Laila menegaskan kepada suaminya bahwa ia tidak pernah bisa mencintainya. “Aku tidak akan pernah menjadi seorang istri, ” katanya. “Karena itu, jangan membuang-buang waktumu. Carilah seorang istri yang lain. Aku yakin, masih ada banyak wanita yang bisa membuatmu bahagia. ”

    Sekalipun mendengar kata-kata dingin ini, Ibn Salam percaya bahwa, sesudah hidup bersamanya beberapa waktu larnanya, pada akhirnya Laila pasti akan menerimanya. Ia tidak mau memaksa Laila, melainkan menunggunya untuk datang kepadanya.

    Ketika kabar tentang perkawinan Laila terdengar oleh Majnun, ia menangis dan meratap selama berhari-hari. Ia melantunkan lagu- Iagu yang demikian menyayat hati dan mengharu biru kalbu sehingga semua orang yang mendengarnya pun ikut menangis.

    Derita dan kepedihannya begitu berat sehingga binatang-binatang yang berkumpul di sekelilinginya pun turut bersedih dan menangis. Namun, kesedihannya ini tak berlangsung lama, sebab tiba-tiba Majnun merasakan kedamaian dan ketenangan batin yang aneh.

    Seolah-olah tak terjadi apa-apa, ia pun terus tinggal di reruntuhan itu. Perasaannya kepada Laila tidak berubah dan malah menjadi semakin lebih dalam lagi. Dengan penuh ketulusan, Majnun menyampaikan ucapan selamat kepada Laila atas perkawinannya: “ Semoga kalian berdua selalu berbahagia di dunia ini. Aku hanya meminta satu hal sebagai tanda cintamu, janganlah engkau lupakan namaku, sekalipun engkau telah memilih orang lain sebagai pendampingmu. Janganlah pernah lupa bahwa ada seseorang yang, meskipun tubuhnya hancur berkeping-keping, hanya akan memanggil-manggil namamu, Laila ”.

    Sebagai jawabannya, Laila mengirimkan sebuah anting-anting sebagai tanda pengabdian tradisional. Dalam surat yang disertakannya, ia mengatakan, “ Dalam hidupku, aku tidak bisa melupakanmu barang sesaat pun. Kupendam cintaku demikian lama, tanpa mampu menceritakannya kepada siapapun. Engkau memaklumkan cintamu ke seluruh dunia, sementara aku membakarnya di dalam hatiku, dan engkau membakar segala sesuatu yang ada di sekelilingmu ” . “Kini, aku harus menghabiskan hidupku dengan seseorang, padahal segenap jiwaku menjadi milik orang lain. Katakan kepadaku, kasih, mana di antara kita yang lebih dimabuk cinta, engkau ataukah aku?.

    Tahun demi tahun berlalu, dan orang-tua Majnun pun meninggal dunia. Ia tetap tinggal di reruntuhan bangunan itu dan merasa lebih kesepian ketimbang sebelumnya.

    Di siang hari, ia mengarungi gurun sahara bersama sahabat-sahabat binatangnya. Di malam hari, ia memainkan serulingnya dan melantunkan syair-syairnya kepada berbagai binatang buas yang kini menjadi satu-satunya pendengarnya. Ia menulis syair- syair untuk Laila dengan ranting di atas tanah.

    Selang beberapa lama, karena terbiasa dengan cara hidup aneh ini, ia mencapai kedamaian dan ketenangan sedemikian rupa sehingga tak ada sesuatu pun yang sanggup mengusik dan mengganggunya.

    Sebaliknya, Laila tetap setia pada cintanya. Ibn Salam tidak pernah berhasil mendekatinya. Kendatipun ia hidup bersama Laila, ia tetap jauh darinya. Berlian dan hadiah-hadiah mahal tak mampu membuat Laila berbakti kepadanya.

    Ibn Salam sudah tidak sanggup lagi merebut kepercayaan dari istrinya. Hidupnya serasa pahit dan sia-sia. Ia tidak menemukan ketenangan dan kedamaian di rumahnya.

    Laila dan Ibn Salam adalah dua orang asing dan mereka tak pernah merasakan hubungan suami istri. Malahan, ia tidak bisa berbagi kabar tentang dunia luar dengan Laila. Tak sepatah kata pun pernah terdengar dari bibir Laila, kecuali bila ia ditanya. Pertanyaan ini pun dijawabnya dengan sekadarnya saja dan sangat singkat.

    Ketika akhirnya Ibn Salam jatuh sakit, ia tidak kuasa bertahan, sebab hidupnya tidak menjanjikan harapan lagi. Akibatnya, pada suatu pagi di musim panas, ia pun meninggal dunia.

    Kematian suaminya tampaknya makin mengaduk- ngaduk perasaan Laila. Orang-orang mengira bahwa ia berkabung atas kematian Ibn Salam, padahal sesungguhnya ia menangisi kekasihnya, Majnun yang hilang dan sudah lama dirindukannya.

    Selama bertahun-tahun, ia menampakkan wajah tenang, acuh tak acuh, dan hanya sekali saja ia menangis. Kini, ia menangis keras dan lama atas perpisahannya dengan kekasih satu-satunya. Ketika masa berkabung usai, Laila kembali ke rumah ayahnya.

    Meskipun masih berusia muda, Laila tampak tua, dewasa, dan bijaksana, yang jarang dijumpai pada diri wanita seusianya. Semen tara api cintanya makin membara, kesehatan Laila justru memudar karena ia tidak lagi memperhatikan dirinya sendiri. Ia tidak mau makan dan juga tidak tidur dengan baik selama bermalam-malam.

    Bagaimana ia bisa memperhatikan kesehatan dirinya kalau yang dipikirkannya hanyalah Majnun semata?

    Laila sendiri tahu betul bahwa ia tidak akan sanggup bertahan lama. Akhirnya, penyakit batuk parah yang mengganggunya selama beberapa bulan pun menggerogoti kesehatannya.

    Ketika Laila meregang nyawa dan sekarat, ia masih memikirkan Majnun. Ah, kalau saja ia bisa berjumpa dengannya sekali lagi untuk terakhir kalinya! Ia hanya membuka matanya untuk memandangi pintu kalau-kalau kekasihnya datang.

    Namun, ia sadar bahwa waktunya sudah habis dan ia akan pergi tanpa berhasil mengucapkan salam perpisahan kepada Majnun.

    Pada suatu malam di musim dingin, dengan matanya tetap menatap pintu, ia pun meninggal dunia dengan tenang sambil bergumam, Majnun…Majnun. .Majnun.

    Kabar tentang kematian Laila menyebar ke segala penjuru negeri dan, tak lama kemudian, berita kematian Lailapun terdengar oleh Majnun.

    Mendengar kabar itu, ia pun jatuh pingsan di tengah-tengah gurun sahara dan tetap tak sadarkan diri selama beberapa hari.

    Ketika kembali sadar dan siuman, ia segera pergi menuju desa Laila. Nyaris tidak sanggup berjalan lagi, ia menyeret tubuhnya di atas tanah. Majnun bergerak terus tanpa henti hingga tiba di kuburan Laila di luar kota.

    Ia berkabung dikuburannya selama beberapa hari. Ketika tidak ditemukan cara lain untuk meringankan beban penderitaannya, per1ahan-lahan ia meletakkan kepalanya di kuburan Laila kekasihnya dan meninggal dunia dengan tenang.

    Jasad Majnun tetap berada di atas kuburan Laila selama setahun. Belum sampai setahun peringatan kematiannya ketika segenap sahabat dan kerabat menziarahi kuburannya, mereka menemukan sesosok jasad terbujur di atas kuburan Laila.

    Beberapa teman sekolahnya mengenali dan mengetahui bahwa itu adalah jasad Majnun yang masih segar seolah baru mati kemarin. Ia pun dikubur di samping Laila. Tubuh dua kekasih itu, yang kini bersatu dalam keabadian, kini bersatu kembali.

    Konon, tak lama sesudah itu, ada seorang Sufi bermimpi melihat Majnun hadir di hadapan Tuhan. Allah swt membelai Majnun dengan penuh kasih sayang dan mendudukkannya disisi-Nya.Lalu, Tuhan pun berkata kepada Majnun, “ Tidakkah engkau malu memanggil- manggil- Ku dengan nama Laila, sesudah engkau meminum anggur Cinta-Ku ?”

    Sang Sufi pun bangun dalam keadaan gelisah. Jika Majnun diperlakukan dengan sangat baik dan penuh kasih oleh Allah Subhana wa ta ’alaa, ia pun bertanya-tanya, lantas apa yang terjadi pada Laila yang malang ?

    Begitu pikiran ini terlintas dalam benaknya, Allah swt pun mengilhamkan jawaban kepadanya, “Kedudukan Laila jauh lebih tinggi, sebab ia menyembunyikan segenap rahasia Cinta dalam dirinya sendiri. ”Wa min Allah at Tawfiq

    Diambil dari Negeri Sufi ( Tales from The Land of Sufis ) Tentang Penulis Laila Majnun, Syaikh Sufi Mawlana Hakim Nizhami qs : Syaikh Hakim Nizhami qs merupakan penulis sufi terkemuka diabad pertengahan karena dua roman cinta yang menyayat hati, yaitu Laila & Majnun serta Khusrau & Syirin. Kisah sedih Laila & Majnun , dimana Majnun yang berarti “ Tergila-gila akan Cinta”, karena cintanya yang tak sampai pada Laila, akhirnya membuatnya gila.

    Kisah cinta ini dibaca selama berabad- abad, ratusan tahun jauh sebelum Romeo & Julietnya Wiliam Shakespeare sehingga Kisah Laila & Majnun terkenal sebagai kisah cintanya Persia . Syaikh Nizhami qs adalah seorang Syaikh Sufi, dan yang dimaksud “ kekasih” dalam berbagai kisahnya sesungguhnya adalah perwujudan Allah swt. Syaikh Nizhami hidup dari tahun 1155 M – 1223 M, beliau lahir dikota Ganje di Azerbaijan. Ia telah menempuh jalan sufi semenjak masa mudanya, dan ia diajar oleh Nabi Khidir as, Sang Pembimbing Misterius dan ia dilindungi 99 Nama Allah Yang Maha Indah ( Asmaul Husna). Syaikh Nizhami qs sangat menguasai berbagai macam ilmu, seperti matematika, filsafat, Hukum Islam, dan kedokteran. Banyak karyanya merupakan pelajaran tersembunyi bagi pemeluk tariqah sufi dan penempuh jalan spiritual.

    Karya Syaikh Nizhami qs terkenal karena bahasanya yang halus. Karya Laila dan Majnun sebenarnya berbentuk sajak berirama sebanyak 4500 syair sajak, yang dikenal dengan sebutan Matsnawi. Sebagaimana lazimnya terjadi pada para Syaikh Sufi, yang tertinggal dari Syaikh Nizhami qs adalah ajaran- ajaran sufi yang sangat tinggi.